PT
Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) bersama PT Rumah Ekonomi Rakyat (Rekor)
melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama mengenai Penjualan dan
Penyediaan Mitra, di Kantor Pusat PPI, Jakarta, pada (30/5/2023).
Penandatanganan
tersebut dilakukan oleh Andry Tanudjaja selaku Direktur Komersial &
Pengembangan PPI dan H. Abdul Rosyid Arsyad selaku Direktur Utama Rekor. Andry
menjelaskan bahwa dalam kerja sama ini, PPI dan Rekor bersepakat untuk
mengoptimalkan penggunaan platform Warung Pangan milik PPI yang akan digunakan
oleh para mitra dari Rekor.
Rekor
sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran produk yang
berorientasi pada sektor pasar tradisional, kebutuhan dapur pesantren,
toko/koperasi pesantren dan yang lainnya dengan tujuan pengembangan usaha
sekaligus pemberdayaan orang banyak dan kelancaran distribusi.
Mitra-mitra
dari Rekor nantinya akan bergabung menjadi Mitra Warung Pangan dan berbelanja
menggunakan platform Warung Pangan milik PPI. Pada tahap awal ini, target
penyerapan mitra setiap bulannya yaitu sebanyak 500 mitra di wilayah
Jabodetabek.
Dengan
penggunaan platform Warung Pangan milik PPI diharapkan dapat meningkatkan
inklusivitas warung atau UMKM dengan kemudahan akses distribusi dan transaksi
digital untuk para mitra dari Rekor. Hal ini sejalan dengan dibentuknya Warung
Pangan oleh PPI sebagai e-commerce enabler bagi pemberdayaan di bidang pangan
dengan menyediakan produk pangan dan nonpangan yang berkualitas dan terjangkau.
Para
mitra Rekor yang menggunakan platform Warung Pangan akan mendapatkan kemudahan
mengakses produk BUMN holding pangan di bawah ID Food. Sinergi antara Warung
Pangan dan Rekor ini merupakan kolaborasi yang baik, sejalan dengan komitmen
pemerintah yang ingin mempermudah UMKM.
“Pada
saat ini PPI memiliki kurang lebih 111 ribu mitra yang tersebar di 26 provinsi
di seluruh Indonesia. Angka ini akan terus bertambah karena banyak tawaran
kerja sama dari berbagai organisasi mulai dari koperasi hingga UMKM,” ujar
Andry.
Hal
ini meyakinkan PPI bahwa kontribusi terhadap inklusivitas UMKM di Indonesia
dapat terus ditingkatkan, seiring dengan potensi peningkatan pengguna digital
di kalangan masyarakat.